Konon pada zaman dahulu di desa pelemsewu banyak anak yang hilang ataupun tersesat. Penduduk mengira bahwa itu adalah olah roh jahat yang sering disebut dengan nama wewe gombel. Maka dari itu banyak orang tua yang melarang anaknya untuk bermain jauh-jauh ataupun bermain sampai malam. Wewe Gombel atau juga disebut Nenek Gombel adalah sebuah istilah dalam tradisi Jawa yang berarti roh jahat atau hantu yang suka menculik anak-anak, tapi tidak mencelakainya. Konon anak yang dicuri biasanya anak-anak yang ditelantarkan dan diabaikan oleh orang tuanya. Wewe Gombel biasanya akan menakut-nakuti orang tua si anak atas sikap dan perlakuannya kepada anaknya sampai mereka sadar. bila mereka telah sadar, Wewe Gombel akan mengembalikan anaknya.
Konon pada suatu hari ada seorang anak yang bermain sampai lupa waktu. Pada saat maghrib anak itu baru pulang, ia mencari ibunya dirumah, namun ternyata ibunya tidak ada di rumah. Ia pun kemudian mencari ibunya di sekeliling rumah,ternyata tidak ketemu lalu dia mengelilingi desa hingga larut malam untuk mencari ibunya. Pada suatu ketika anak itu melihat seorang ibu yang ternyata itu ibunya, dia langsung berlari mendekap ibunya. Namun tidak disangka, ibunya itu berubah menjadi sosok yang mengerikan, ternyata ia adalah nenek gombel yang menyamar sebagai ibunya. Ia pun segera menangis,bergetar seluruh tubuhnya, dan tak lama kemudian ia pun pingsan karena sangat ketakutan. Nenek gombel itu pun lalu membawa anak tersebut, berkeliling desa hingga pada akhirnya anak tersebut di tinggalkannnya di pohon.
Di lain tempat ibu anak tersebut mencari anaknya,tetapi ia bingung, bagaimana ia dapat menemukan anaknya dengan cepat. Akhirnya, ia pun mengajak para warga untuk mencari anaknya, para warga pun bersiap-siap, mereka pun menyalakan obor untuk penerangan (pada zaman ini belum ada listrik). Lalu lekaslah mereka mengelilingi desa, merekapun berteriak memanggil anak tersebut keras-keras dan mereka berpencar agar dapat menemukan anak itu dengan cepat. Pada suatu waktu ada seorang warga yang melihat sesuatu diatas tanah, ternyata ia menemukan mainan anak tersebut, mulailah mereka mencari di sekitar tempat ditemukannya mainan tadi. Setelah lama mencari akhirnya mereka melihat seorang anak yang tergeletak di atas pohon, mereka pun bergotong royong untuk menurunkan anak tersebut, agar dapat turun dengan selamat. Tidak lama kemudian,anak itu pun sadar dan lalu memeluk ibunya sambil menangis, dan ia pun masih merasa syok.akhirnya ,ia tidak mau mengulangi perbuatannya lagi, ia pun hanya bermain di tempat yang tidak jauh dari rumahnya dan ia sering menasihati teman-temannya agar tidak main jauh-jauh hingga larut malam.
Konon pada suatu hari ada seorang anak yang bermain sampai lupa waktu. Pada saat maghrib anak itu baru pulang, ia mencari ibunya dirumah, namun ternyata ibunya tidak ada di rumah. Ia pun kemudian mencari ibunya di sekeliling rumah,ternyata tidak ketemu lalu dia mengelilingi desa hingga larut malam untuk mencari ibunya. Pada suatu ketika anak itu melihat seorang ibu yang ternyata itu ibunya, dia langsung berlari mendekap ibunya. Namun tidak disangka, ibunya itu berubah menjadi sosok yang mengerikan, ternyata ia adalah nenek gombel yang menyamar sebagai ibunya. Ia pun segera menangis,bergetar seluruh tubuhnya, dan tak lama kemudian ia pun pingsan karena sangat ketakutan. Nenek gombel itu pun lalu membawa anak tersebut, berkeliling desa hingga pada akhirnya anak tersebut di tinggalkannnya di pohon.
Di lain tempat ibu anak tersebut mencari anaknya,tetapi ia bingung, bagaimana ia dapat menemukan anaknya dengan cepat. Akhirnya, ia pun mengajak para warga untuk mencari anaknya, para warga pun bersiap-siap, mereka pun menyalakan obor untuk penerangan (pada zaman ini belum ada listrik). Lalu lekaslah mereka mengelilingi desa, merekapun berteriak memanggil anak tersebut keras-keras dan mereka berpencar agar dapat menemukan anak itu dengan cepat. Pada suatu waktu ada seorang warga yang melihat sesuatu diatas tanah, ternyata ia menemukan mainan anak tersebut, mulailah mereka mencari di sekitar tempat ditemukannya mainan tadi. Setelah lama mencari akhirnya mereka melihat seorang anak yang tergeletak di atas pohon, mereka pun bergotong royong untuk menurunkan anak tersebut, agar dapat turun dengan selamat. Tidak lama kemudian,anak itu pun sadar dan lalu memeluk ibunya sambil menangis, dan ia pun masih merasa syok.akhirnya ,ia tidak mau mengulangi perbuatannya lagi, ia pun hanya bermain di tempat yang tidak jauh dari rumahnya dan ia sering menasihati teman-temannya agar tidak main jauh-jauh hingga larut malam.






0 komentar:
Posting Komentar