Alquran telah banyak menceritakan
peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu hingga di masa yang akan datang
(kiamat). Alquran juga menggambarkan sesuatu dengan bahasanya yang halus.
Banyak hal yang bisa didapatkan saat alquran mulai dianalisa secara mendalam,
baik dari segi moral maupun akal.. Menurut riset yang telah dilakukan, 15% dari
isi kandungan alquran menerangkangkan tentang fiqih Islami dan 85% sisanya
berisi tentang ilmu pengetahuan yang notabennya baru dapat dikembangkan pada
masa kini, meskipun alquran telah diturunkan sejak beberapa abad yang lalu.
Sebagai contoh, salah satu penggalan ayat dari alquran yang berisi pengetahuan
di bidang anatomi dan fisiologi manusia, adalah sebagai berikut:
“Ketahuilah,
sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik
ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.”(QS.
Al-‘Alaq: 15-16)
Jika diperhatikan, ungkapan yang berbunyi “(yaitu) ubun-ubun orang yang
mendustakan lagi durhaka” . menyatakan ketegasan Allah terhadap perbuatan
dusta dan durhaka, ayat tersebut juga telah mencerminkan pengetahuan di mana
pengetahuan tersebut baru dapat dikembangkan di era masa kini, yaitu tentang
sistem akal manusia khususnya di bagian otak. Riset yang dilakukan pada
tahun-tahun belakangan ini mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang
bertanggung jawab atas manajemen fungsi-fungsi tertentu terletak pada bagian
depan tengkorak. Ilmuwan baru menemukan fungsi bagian ini, yang ditunjukkan
Al-Qur’an 1.400 tahun yang lalu, dalam waktu 60 tahun terakhir. Jika dilihat
pada bagian dalam tengkorak di bagian depan, maka akan ditemukan satu lobus
otak yang bernama sereberum.
Ayat lain yang
membahas tentang perkembangan manusia juga dinyatakan sebagai berikut:
“Bacalah dengan
(menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan
manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu lah Yang Maha Pemurah.” (QS.
Al-‘Alaq: 1-3)
Arti kata “alaq” di dalam bahasa Arab adalah “sesuatu yang menempel ke suatu
tempat”. Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang
menempel pada tubuh untuk menghisap darah, namun bisa juga diartikan sebagai
sesuatu yang tumbuh di dalam tubuh manusia dengan menggunakan darah induk
sebagai pemasok nutrisi untuk proses pertumbuhan tersebut. Gambaran ini sesuai
dengan ilmu pengetahuan yang kini berkembang di masyarakat luas tentang proses
perkembangan embrio di dalam rahim ibu yang dalam pertumbuhan dan
perkembangannya tersebut memerlukan pasokan nutrisi dari sang ibu melalui
plasenta yang melibatkan aliran darah.
Penggalan ayat
tersebut dikeluarkan oleh alquran beberapa abad yang lalu, namun penafsiran
berdasarkan pengembangan ilmu pengetahuan baru bisa didapatkan beberapa abad
setelahnya. Hal ini membuktikan bahwa betapa dahsyatnya alquran. Alquran mampu
membuktikan kebenaran dan pemaknaan kandungannya dari masa ke masa tanpa
keteringgalan.
Lagi-lagi alquran mampu membuktikan
kebenarannya. Meski hanya berasal dari satu penggalan ayat, makna dan manfaat
yang terkandung sangatlah luas. Manusia dapat tumbuh dan berkembangan dengan
akal dan pemahaman yang ikut berkembang pula, tapi perkembangan akal dan
pemahaman itu tidak pernah bisa mendahului pemahaman yang tertera pada alquran.
Meski satu persatu makna alquran dapat tersingkap, alquran tetap menjadi
pedoman dan kebenarannya tetap memimpin dari masa ke masa.






