Minggu, 20 Januari 2013

Pemahaman Al-Quran

Alquran telah banyak menceritakan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu hingga di masa yang akan datang (kiamat). Alquran juga menggambarkan sesuatu dengan bahasanya yang halus. Banyak hal yang bisa didapatkan saat alquran mulai dianalisa secara mendalam, baik dari segi moral maupun akal.. Menurut riset yang telah dilakukan, 15% dari isi kandungan alquran menerangkangkan tentang fiqih Islami dan 85% sisanya berisi tentang ilmu pengetahuan yang notabennya baru dapat dikembangkan pada masa kini, meskipun alquran telah diturunkan sejak beberapa abad yang lalu. Sebagai contoh, salah satu penggalan ayat dari alquran yang berisi pengetahuan di bidang anatomi dan fisiologi manusia, adalah sebagai berikut:

 “Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.”(QS. Al-‘Alaq: 15-16)

                Jika diperhatikan, ungkapan yang berbunyi “(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” . menyatakan ketegasan Allah terhadap perbuatan dusta dan durhaka, ayat tersebut juga telah mencerminkan pengetahuan di mana pengetahuan tersebut baru dapat dikembangkan di era masa kini, yaitu tentang sistem akal manusia khususnya di bagian otak. Riset yang dilakukan pada tahun-tahun belakangan ini mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang bertanggung jawab atas manajemen fungsi-fungsi tertentu terletak pada bagian depan tengkorak. Ilmuwan baru menemukan fungsi bagian ini, yang ditunjukkan Al-Qur’an 1.400 tahun yang lalu, dalam waktu 60 tahun terakhir. Jika dilihat pada bagian dalam tengkorak di bagian depan, maka akan ditemukan satu lobus otak yang bernama sereberum.
Ayat lain yang membahas tentang perkembangan manusia juga dinyatakan sebagai berikut:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.  Dia  telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu lah Yang Maha Pemurah.” (QS. Al-‘Alaq: 1-3)

                Arti kata “alaq” di dalam bahasa Arab adalah “sesuatu yang menempel ke suatu tempat”. Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah, namun bisa juga diartikan sebagai sesuatu yang tumbuh di dalam tubuh manusia dengan menggunakan darah induk sebagai pemasok nutrisi untuk proses pertumbuhan tersebut. Gambaran ini sesuai dengan ilmu pengetahuan yang kini berkembang di masyarakat luas tentang proses perkembangan embrio di dalam rahim ibu yang dalam pertumbuhan dan perkembangannya tersebut memerlukan pasokan nutrisi dari sang ibu melalui plasenta yang melibatkan aliran darah.
Penggalan ayat tersebut dikeluarkan oleh alquran beberapa abad yang lalu, namun penafsiran berdasarkan pengembangan ilmu pengetahuan baru bisa didapatkan beberapa abad setelahnya. Hal ini membuktikan bahwa betapa dahsyatnya alquran. Alquran mampu membuktikan kebenaran dan pemaknaan kandungannya dari masa ke masa tanpa keteringgalan.
Lagi-lagi alquran mampu membuktikan kebenarannya. Meski hanya berasal dari satu penggalan ayat, makna dan manfaat yang terkandung sangatlah luas. Manusia dapat tumbuh dan berkembangan dengan akal dan pemahaman yang ikut berkembang pula, tapi perkembangan akal dan pemahaman itu tidak pernah bisa mendahului pemahaman yang tertera pada alquran. Meski satu persatu makna alquran dapat tersingkap, alquran tetap menjadi pedoman dan kebenarannya tetap memimpin dari masa ke masa.

0 komentar:

Posting Komentar